Sabtu, 28 April 2012

kisah al qoma

Al Kisah
Konon dikisahkan bahwa pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ada seorang pemuda yang bernama Alqomah. Dia seorang pemuda yang giat beribadah, rajin sholat, banyak puasa dan suka bershodaqoh. Suatu hari dia sakit keras, maka istrinya mengirim utusan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk meberitahukan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tentang keadaan Alqomah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian mengutus Ammar bin Yasir, Shuhaib ar Rumi dan Bilal bin Robah radhiyallahu ‘anhum untuk melihat keadaannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pergilah kerumah Alqomah dan talqinlah untuk menguncapkan Laa ilaha Illallah.” Akhirnya mereka berangkat kerumahnya, ternyata pada saat itu Alqomah sudah dalam keadaan naza’, maka segeralah mereka mentalqinnya, namun ternyata lisan Alqomah tidak bisa mengucapkan Laa Ilaha Illallah.Langsung saja mereka laporkan kejadian ini pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bertanya,”Apakah dia masih mempunyai kedua orang tua?” Ada yang menjawab,”Ada, wahai Rasulullah, dia masih mempunyai seorang ibu yang sudah tua renta.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim utusan untuk menemuinya, dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada utusan tersebut,”Katakan kepada ibunya Alqomah, jika dia masih mampu untuk berjalan menemui Rasulullah, maka datanglah, namun jika tidak, maka biarlah Rasulullah yang datang menemuinya.” Tatkala utusan itu sampai ketempat ibunya Alqomah, dan pesan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah disampaikan, maka dia berkata,”Sayalah yang lebih berhak untuk mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Maka dia pun memakai tongkat dan berjalan mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sesampainya dirumah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, maka dia mengucapkan salam dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab salamnya, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Wahai ibu Alqomah, jawablah pertanyaanku dengan jujur. Sebab jika engkau berbohong maka akan datang wahyu dari Allah azza wa jalla yang akan memberitahukan (hal itu) kepadaku. Bagaimana sebenarnya keadaan putramu Alqomah?” maka sang ibu menjawab,”Wahai Rasulullah, dia rajin  mengerjakan shalat, banyak puasa, dan senang bersedekah.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya,”Lalu bagaimana perasaanmu terhadapnya?” Dia menjawab,”Saya marah kepadanya wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya lagi, “Kenapa?” Dia menjawab,”Wahai Rasulullah, dia lebih mengutamakan istrinya dibandingkan saya, dan dia pun durhaka kepadaku.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Sesungguhnya kemarahan sang ibu telah menghalangi lisan Alqomah sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat.” Kemudian beliau bersabda,”Wahai Bilal, pergilah dan kumpulkan kayu bakar yang banyak.” Si Ibu bertanya,”Wahai Rasulullah, apa yang akan engkau lakukan.” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,”Saya akan membakarnya dihadapanmu.” Dia menjawab,”Wahai Rasulullah, saya tidak tahan apabila engkau membakar anakku dihadapanku.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,”Wahai ibu Alqomah, sesungguhnya adzab Allah azza wa jalla lebih pedih dan lama. Kalau engkau ingin agar Allah azza wa jalla mengampuninya, maka relakanlah anakmu Alqomah. Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, sholat, puasa, dan sedekahnya tidak akan memberinya manfaat sedikitpun selagi engkau masih marah kepadanya.” Lantas sang ibu ini berkata,”Wahai Rasulullah, Allah azza wa jalla sebagai saksi, serta semua kaum muslimin yang hadir saat ini, bahwa saya telah ridho kepada anakku Alqomah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkata kepada Bilal radhiyallahu ‘anhu,”Wahai Bilal, pergilah kepadanya dan lihatlah apakah Alqomah sudah bisa mengucapkan syahadat ataukah belum. Barangkali ibu Alqomah mengucapkan sesuatu yang bukan berasal dari hatinya, atau barangkali dia hanya malu kepadaku.” Bilal pun berangkat, dan ternyata dia mendengar Alqomah dari dalam rumah mengucapkan Laa Ilaha Illallah. Maka Bilal masuk dan berkata,”Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kemarahan ibu Alqomah telah menghalangi lisannya sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat, dan ridhonya telah menjadikannya mampu mengucapkan.” Dan akhirnya Alqomah meninggal dunia saat itu juga. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya dan memerintahkan agar dia dimandikan lalu dikafani, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mensholatinya dan menguburkannya, dan didekat kuburan itu beliau bersabda,”Wahai sekalian kaum Muhajirin dan Anshor, barangsiapa yang melebihkan istrinya daripada ibunya, maka dia akan mendapatkan laknat dari Allah azza wa jalla, para malaikat, dan seluruh manusia. Allah azza wa jalla tidak akan menerima amalannya sedikitpun kecuali kalau dia mau bertaubat, dan berbuat baik kepada ibunya, serta meminta keridhoannya, karena ridho Allah azza wa jalla tergantung pada ridhonya dan kemarahan Allah azza wa jalla tergantung pada kemarahananya.”
Kemasyhuran Kisah Ini
Kisah ini dengan perincian peristiwanya di atas sangat masyhur di kalangan kaum muslimin. Para penceramah selalu menyebutkan ketika berbicara tentang durhaka kepada kedua orang tuanya. Bahkan sepertinya, jarang sekali kaum muslimin yang tidak mengenal kisah ini. Dan yang semakin membuatnya masyhur adalah bahwa kisah ini terdapat dalam kitab al Kabair yang disandarkan kepada al Hafidz adz Dzahabi rahimahullah. Padahal kitab al Kabair yang terdapat kisah ini, bukanlah tulisan Imam adz Dzahabi rahimahullah, sebagaimana hal ini dijelaskan oleh Syaikh Masyhur Hasan Salman rahimahullah dalam kitab beliau Kutubun Hadzara Minha Ulama, juga dalam muqoddimah kitab adz Dzahabi rahimahullah yang sebenarnya.
Kisah ini juga terdapat dalam kitab-kitab yang membicarakan tentang kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua. Namun itu semua tidaklah dapat menjadi jaminan bahwa kisah ini shohih.

USIA

Manusia sebelum dilahirkan didunia ini, saat berada didalam kandungan ibu, telah ditentukan umurnya sampai kapan oleh Allah SWT dan manusia mengetahuinya. Ketika setelah manusia dilahirkan, manusia tidak mengetahui umurnya itu sampai kapan didunia ini dan yang mengetahuinya hanya Allah.


Saat hidup di dunia, lebih baik manusia menggunakan kesempatan hidupnya untuk melakukan perbuatan yang baik, terpuji, bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain serta yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Segala perbuatan manusia dicatat oleh malaikat Rakib dan Atid selama hidup di dunia. Baik itu dilakukan dihadapan banyak orang maupun tertutup. misalnya dia beramal dihadapan hal layak dengan ucapan ikhlas, tetapi dihatinya ia ingin dipuji orang-orang dan berpacaran ditempat gelap pun Allah mengetahuinya dan malaikatpun mengetahuinya dan mencatat yang diperbuat.


Pada zaman saat ini, banyak orang-orang yang menggunakan usianya untuk meraih kenikmatan dunia saja, tidak menggunakan usianya seimbang antara dunia dan akhirat. pada ayat ini di jelaskan :


وَلَتَجِدَنَّہُمۡ أَحۡرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَيَوٰةٍ۬ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْ‌ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمۡ لَوۡ يُعَمَّرُ أَلۡفَ سَنَةٍ۬ وَمَا هُوَ بِمُزَحۡزِحِهِۦ مِنَ ٱلۡعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ‌ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ (٩٦



Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan [di dunia], bahkan [lebih loba lagi] dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (96) (Al Baqarah : 96)


Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah akan mendapati atau melihat para manusia berlomba-lomba pada kehidupan di dunia dan bahkan mereka menginginnkan umur seribu tahun untuk dapat menikmati kehidupan dunia yang hanya sementara dan  walau umur panjang yang ereka peroleh tidak akan menjauhkan mereka dari siksa Allah AWT  atas perbuatan mereka yang hanya memikirkan kehidupan dunia saj.

Jumat, 20 April 2012

Pemimpin

Allah SWT mengutus nabi Adam AS sbg Khalifah pertama atau pemimpin pertama di muka bumi ini dan semua makhluk harus patuh pada nabi Adam. nabi Adam AS diutus sebagai khalifah karena dia adalah manusia dan makhluk sempurna yang diciptakan oleh Allah. Allah lebih memilih nabi adam sebagai pemimpin dibandingkan Malaikat atau makhluk Allah yang lain karena manusia memiliki akal, pikiran, iman, dan hawa nafsu, sedangkan malaikat tidak memiliki hawa nafsu yang membuat dia selalu mentaati segala perintah Allah SWT. Karena syaitan tidak menerima keputusan Allah, maka ia mengekang perintah Allah dan selalu menggoda manusia dalam hal apapun, termasuk memimpin suatu kaum atau kelompok dalam hal kebaikan.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW sbg Nabi dan Rasul terakhir, terdapatlah Khulafaur Rasyidin (KR). KR merupakan pemimpin yang menggantikan Rasulullah dalam hal kenegaraan, bukan sebagai Nabi. Setelah para KR wafat, maka di gantikan oleh khalifah dari kaum bani Umayyah dan seterusnya.

Setelah para khalifah wafat dan zaman mulai berganti, pemimpin suatu negara menjadi kaisar, raja, perdana mentri atau presiden. dizaman saat ini (abad 21) sebuah kelompok pasti membutuhkan seorang pemimpin. Baik kelompok Besar maupun kecil. Pemimpin merupakan seorang sosok yang mampu membimbing, membantu, mengarahkan ke arah yang lebih baik dan memikul beban berat pada dirinya atas kelompok yang ia pimpin. Suatu kelompok ataupun individu seperti wanita tanpa adanya seorang pemimpin yang arif, bijaksana, baik dan berbudi luhur akan membuat diri mereka tanpa arah yang jelas, walaupun ada Allah SWT. Pemimpin di akhirat nanti akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah atas yang ia pimpin, walau itu hanya sebuah keluarga saja. apabila ia memimmpin dengan baik, insya Allah akan dimudah kan dalam dipertanyakan atas kepemimpinannya. Namun, apabila apabila ia memimpin dengan buruk sehingga kaum.kelompok yang ia pimpin jatuh dalam keburukan, maka akan sulit ia dalam pertanggung jawaban tindakannya di dunia.

Maka sebab itu, hargailah seorang pemimpin itu, janganlah menjatuhkan ia dengan kekurangannya. Dan apabila pemimpin itu kemampuannya kurang dari pada orang yang ia pimpin, hargai lah jangan mengolok-oloknya karena tanpa pemimpin takkan tahu kemana kelompok itu akan di bawa.

ciri pemimpin yang baik menurut saya :
1. Baik Akhlaknya
2. Pintar akalnya
3. Bijaksana
4. Beriman Kepada Allah SWT/Tuhan
5. Kuat Imannya atas Ujian yang diberi
6. Tidak sombong dan tetap rendah hati kepada sesama manusia walau ia hanya orang sederhana

Sabtu, 10 Desember 2011

Kisah Nabi Adam yang Ku Ketahui

Nabi Adam As adalah manusi pertama yang diciptakan oleh Allah di dunia ini. Ia ditempatkan di Surga oleh Allah dengan segala nikmat dan keinginan dan kebutuhan yang dia butuhkan. Walau semua kebutuhan yang dia inginkan telah terpenuhi, beliau masih merasa ada yang kurang dalam hidupnya, ia pun merasa kesepian hanya sendiri hidup di Surga.  Akhirnya, beliau meminta kepada Allah untuk diciptakan satu makhluk lagi untuk menemaninya hidup di surga. Setelah mendengar permintaan nabi Adam, Allah mengabulkan permintaan nabi Adam dan diciptakanlah Siti Hawa untuk menemani Nabi Adam sebagai Isterinya dan pendamping hidupnya. Siti Hawa di ciptakan Allah dari Tulang rusuk Nabi Adam yang kemudian dibentuk mendjadi sebuah fisik, lalu diberi ruh.

Nabi Adam diciptakan oleh Allah untuk menjadi Khalifah di dunia ini dan memperingatkan anak cucunya untuk menyembah dan mematuhi perintah Allah. Allah memerintahkan kepada semua Malaikat dan Jin,Setan dan semacamnya untuk mengakui nabi Adam sebagai khalifah dan yang dimuliakan derajatnya. Namun, Jin menolak perintah Allah tersebut untuk menghormati dan memuliakan Adam, karena ia merasa nabi Adam itu berada di bawah derajatnya karena hanya tercipta dari sebuah gumpulan tanah dan air, sedangkan jin diciptakan dari api. karena kebangkangannya itu , setan diusir oleh Allah dari Surga. setelah setan diusir dari surga, setan segera membuat rencana untuk membuat nabi Adam untuk dikeluarkan pula dari surga yang penuh dengan kenikmatan.

Setan membisikan tipu daya kepada Nabi Adam dan Siti Hawa dengan keindahannya. Setan membisikan kepada mereka berdua untuk memakan sebuah buah yang dilarang untuk dimakan, yaitu buah Khuldi. Bisikan setan itu ternyata berhasil membuat Nabi Adam dan Siti Hawa untuk memakan buah khuldi itu, sehingga mereka berdua diturunkan ke dunia atau bumi oleh Allah SWT karena telah melanggar perintah Allah. Nabi Adam diturunkan di India dan Siti Hawa di Jeddah. membutuhkan 40 tahun untuk disatukan kembali oleh Allah di Muzdalifah. perjuangan hidup Nabi Adan dan Siti Hawa di dunia ini mengalami banyak lika-liku atas ujian yang diberikan oleh Allah.

Senin, 05 Desember 2011

Zalim







Zalim adalah perbuatan menyakiti seseorang ataupun diri sendiri, yang dilakukan dengan cara apapun yang tidak mengenal belas kasih dan tidak berkeprimanusiaan. Perbuatan ini, merupakan perbuatan yang mendapatkan dosa cukup besar dan ada salah satunya yang tidak dapat dimaafkan oleh Allah. Selain itu
zalim adalah adalah meletakkan sesuatu/ perkara bukan pada tempatnya. 
Kalimat zalim bisa juga digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berperikemanusiaan, suka melihat orang dalam penderitaan dan kesengsaraan, melakukan kemungkaran, penganiayaan, kemusnahan harta benda, ketidak adilan dan banyak lagi pengertian yang dapat diambil dari sifat zalim tersebut, yang mana pada dasarnya sifat ini merupakan sifat yang keji dan hina, dan sangat bertentangan dengan akhlak dan fitrah manusia, yang seharusnya menggunakan akal untuk melakukan kebaikan.
Menurut syariat Islam, orang yang tidak berbuat zalim bisa saja terkena siksaan, keyakinan ini berdasarkan dalam salah satu ayat. Allah berfirman:
"Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya." (Al-Anfaal 8:25).
Ayat tersebut berisi peringatan untuk berhati-hati (hadzr) akan azab yang tidak hanya menimpa yang zalim saja, tetapi menimpa secara umum baik yang zalim maupun yang tidak zalim. Karena itu secara syar’i, wajib hukumnya bagi orang yang melihat kezaliman/kemunkaran dan mempunyai kesanggupan, untuk menghilangkan kemunkaran itu.
sumber = http://susiani-susiani.blogspot.com/2011/10/zalim-menurut-islam.html

Zalim terbagi menjadi tiga yaitu :
1. Zalim kepada Allah, dalam hal ini Syirik. Ini adalah suatu dosa yang tidak diampuni oleh Allah SWT
2. Zalim kepada sesama manusia.
3. Zalim kepada diri sendiri.

1. Zalim kepada Allah
Zalim dalam hubungannya terhadap Allah SWT (perbuatan ini termasuk dalam dosa Syirik, merupakan dosa yang tidak diampuni oleh Allah SWT) Masuk dalam kategori ini adalah segala sesuatu yang bersifat tidak mengEsakan Allah, misalnya,
a. Mengambil Tuhan lain selain Allah, misalnya Menyembah Patung, Menyembah Dewa, Menyembah Manusia yang dianggap sebagai Tuhan, yang ringkasnya menyembah kepada selain Allah.
b.  Menganggap Allah mempunyai Ibu dan Bapak seperti Mahluk lainnya
c. Menyerupakan Allah seperti manusia
Selain yang disebutkan diatas beberapa hal dibawah ini juga dapat di kategorikan sifat Syirik walupun dalam tingkatan yang lebih rendah,
e. Mempercayai perkataan peramal.
f. dan lain - lain.

2. Zalim kepada sesama 
Zalim terhadap orang lain, masuk dalam kategori ini adalah segala sesuatu yang merugikan orang lain atau membuat orang lain tidak nyaman, atau membuat orang lain menerima akibat yang buruk, atau mengambil Hak orang lain, misalnya,
a. Mengobarkan Peperangan, Membunuh, merampok, mencuri, mencopet, memfitnah, berbohong, sumpah palsu, menipu, mengejek,  Gibah (membicarakan kejelekan orang lain) dll
b. Merusak Lingkungan
c. Merokok dikeramaian
d. Mengambil hak Jalan,
e. dan masih banyak lagi.
Wallahu a''lam bishshawab
3. Zalim kepada diri sendiri.
Zalim terhadap diri sendiri, masuk dalam kategori ini adalah segala sesuatu yang keluar dari tuntunan Al Qur'an dan Hadit's, misalnya,
a. Bunuh diri, ini kategori Zalim terhadap diri sendiri dan orang lain yang InsyaAllah tidak dapat diampuni, dikarenakan tidak mempunyai kesempatan untuk bertobat lagi.
b. Homoseksual, perilaku ini jelas jelas sangat dibenci oleh Allah, karena melawan kodrat yang telah ditetapkan, hal ini tercermin dalam kisah Sodom pada jaman Nabi Luth As.
c. Berlebihan dalam segala sesuatu, misalnya makan berlebihan, belanja berlebihan dan menyia nyiakan harta. yang intinya adalah menuruti Hawa Nafsu untuk kesenangan diri sendiri
d. Minum minuman keras, Narkoba, merokok (bila dilakukan sendiri maka hanya termasuk Zalim terhadap diri sendiri, bila merokok dilakukan dikeramaian maka selain men Zalimi diri sendiri, ia juga men Zalimi orang lain yang terkena asap rokoknya itu. )
e. dan masih banyak lagi.
Sumber = http://www.scalamedia.net/artikel/obrolan-siang/385-zalim.html

Jumat, 02 Desember 2011

Orang Miskin Dapat Maju

Saat ini adalah zaman globalisasi, dimana perjuangan hidup makin terasa begitu kerasnya dan semakin mahalnya biaya hidup, tetapi pendapatan yang didapatkan tak bertambah dengan baiknya dan bahkan mungkin tetap (bagi masyarakat biasa), terutama di negeri kita ini, negeri indonesia. Masih banyak sekali rakyat di Indonesia mengalami kesulitan ekonomi, terutama untuk biaya pendidikan yang lebih tinggi.

Di Indonesia masih banyak anak yang sulit sekolah kejenjang yang lebih tinggi, karena keterbatasan biaya mereka. Namun adapula orang sederhana yang ingin mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi, orang tuanya berusaha mencari biaya sekuat tenaganya agar anaknya dapat menjunjung pendidikan yang lebih tinggi hingga bangku perkuliahan karena keinginan anaknya yang ingin maju walau dengan keterbatasan fasilitas yg ia miliki.

Bagi anak orang kaya yang sombong, mereka melihat temannya yang orang sederhana dan bahkan sungguh pas-pasan, mereka bisa mengatakan orang miskin yang seperti itu, mana mungkin dapat maju.. sungguh sakit bagi orang sederhana yang mendengar kata itu.

Arti Cinta Menurut Diriku

           Cinta adalah sebuah rasa yang begitu indah saat kita menikmatinya dengan ketulusan hati kita, dengan tidak mementingkan keegoisan kita masing-masing, merasa begitu nyamannya dengan pasangan kita,baik kita sedang kesulitan maupun saat kita senang dan cinta dapat menjadi sebuah rasa yang begitu pahitnya dan begitu perihnya disaat kita ditinggalkan oleh orang yang kita cintai dan lebih diperparah saat keadaan kita sedang kesulitan, dan dia menusuk kita dari balik bayang dengan bermain hati dengan yang lainnya, walau kita telah menyayanginya beggitu tulusnya dan tidak pernah memaksakan kehendak kita kepadanya. (secara umum)

           Cinta menurut hipotesa ku kini, berbeda dengan hipotesa ku yang dahulu. Dulu cinta lebih ku anggap adalah sebuah rasa kasih sayang kepada lawan jenis ku(perempuan), dimana cinta itu aku harus memlikinya dan sulit untuk melepasnya selama aku masih mencintainya. Namun, kini semua pandangan ku itu berubah, dan saat ini ku buang jauh-jauh pola pikir ku yang seperti itu tentang cinta, dan kini berusaha mulai memahami arti cinta yang sesungguhnya.

           Ku ambil pelajaran dari kata-kata senior ku yang dia mulai menyadarkan ku tentang arti cinta yang sesungguhnya. Dia mengatakan bahwa cinta itu yang memberi adalah Allah, yang mempunyai kuasa cinta pun adalah Allah. Allah berhak kapanpun memberi dan menganmbil kembali rasa cinta yang telah dia beri kepada kita. Disaat kita begitu dekat dan tak pernah melupakan Allah dimanapun dan saat apapun, Allah akan memberikan rasa cinta itu, baik rasa cinta dari-Nya maupun rasa cinta kita kepada sesama manusia dan bahkan kita akn diberikan yang lebih dari yang kita harapkan. Namun semua itu akan berbalik 180 derajat, apabila kita lebih mencintai manusia yang kita cintai dan duniawi ini, rasa cinta kita kepada manusia itu akan Allah ambil kembali dan akan diberikan ujian kepada kita atas perbuatan yang kita telah perbuat untuk mempertanyakan kenapa diri kita ini lebih mencintai pasangan kita tersebut dan dunia fana ini dibandingkan dengan Allah yang merupakan Tuhan kita, yang memberi kita segalanya???


          Arti cinta sesungguhnya yang kini ku pahami adalah sebuah rasa yang begitu indah yang telah Allah berikan kepada ku dan pasanganku(wanita, entah siapa dirinya) untuk bersatu, dimana cinta itu tidak membuat ku melupakan Allah, akan tetapi di ridhai oleh Allah. Selain itu dimana ku tulus ikhlas mencintainya dengan hati, bukanlah nafsu diri, dimana ku menjaga dirinya dan mendukung kebaikannya, dan membimbingnya(pasangan(wanita bisa juga seorang pria)) untuk tetap dijalan Allah, bahkan saling membantu diantara kita dalam menuju yang lebih baik, baik dunia maupun akhirat, dan saling melengkapi diantara kita(pasangan kekasih) dalam kekurangan yang kita miliki. Kita pun harus tulus ikhlas merelakan kekasih kita untuk berpisah dari kita bila Allah memisahkan kita dalam keadaan baik ataupun kita dikhianati.


        Telah tiga kali ku gagal menjalani kisah cinta dan kisah cintaku yang keempatpun tak jelas arahnya kini dan kejelasan hubungannya. dalam empat kali ku jalani kisah cinta, selalu ku salah mengartikan cinta yang sesungguhnya dan bahkan memperburuknya. tak ingin lagi ku salah memahami arti cinta dalam kehidupanku, ingin ku menuju yang lebih baik dari pada kisah pemahamanku tentang cinta sebelumnya. 


TWITTER

Menu

MY SELF

Aku adalah seorang laki-laki biasa, yang masih banyak memiliki kekurangan. saat ini yang ku inginkan hanya membahagiakan orang tua ku dan membuktikan kepada seseorang bahwa diri ku ini dapat maju dan menjadi orang sukses yang tetap beriman kjepada Allah SWT. Aku hanya ingin mendapatkan jodoh yang di ridhai Allah dan orang tua ku dan bisa menerima ku apa adanya dan mendampingi ku selalu selama itu masih beriman.